Apa Ciri-Ciri Busi Motor Waktunya “Pensiun”?

No Comments Lain Lain

Busi merupakan bagian terpenting dalam motor. Ibarat organ tubuh manusia, busi merupakan jantungnya motor. Busi memiliki fungsi untuk menghasilkan percikan api dalam ruang pembakaran mesin sehingga mesin dapat menghasilkan tenaga. Hal ini ditandai dengan roda belakang motor yang dapat bergerak. Meskipun bentuk alatnya kecil dan terdapat di dalam mesin, busi tidak dapat dianggap remeh perawatannya karena perannya yang sangat penting dalam memicu tenaga mesin motor Anda. Apabila kinerja busi menurun dan mengalami gangguan dalam proses pembakaran tersebut, maka motor Anda juga akan menurun performanya. Hal ini biasanya menyebabkan motor seringkali terasa sulit ketika dinyalakan dan sering tiba-tiba mogok di tengah jalan. Anda pun tentunya tidak ingin mengalami masalah-masalah teknis tersebut saat berkendara, bukan? Oleh karena itu, demi kenyamanan berkendara, apalagi bagi Anda yang sering pergi ke luar kota, pengecekan busi dan komponen mesin motor lainnya sebaiknya dilakukan secara berkala. Penyebab perlunya penggantian busi juga beragam, mulai dari penumpukan kotoran hingga memang usia busi yang sudah waktunya “pensiun”. Lalu, bagaimana ciri-ciri mengenali busi yang sudah waktunya “pensiun”?

Pertama, Anda bisa mengenalinya saat menghidupkan motor. Apabila Anda merasa kesulitan dalam melakukan starter, baik starter otomatis maupun menggunakan starter manual, meskipun mesin dalam keadaan panas, hal ini merupakan salah satu ciri busi motor mengalami gangguan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena busi yang seharusnya dapat menghasilkan percikan api di ruang bahan bakar mesin, mengalami penurunan stamina sehingga tidak dapat menghasilkan energi untuk mendorong piston. Oleh karena itu, proses pembakaran bahan bakar mengalami masalah sehingga mesin menjadi sulit dihidupkan.

Kedua, apabila kendaraan Anda telah mencapai jarak tempuh 20.000 km, atau kira-kira tiga bulanan, sebaiknya saat motor diserviskan, busi juga mendapatkan perhatian khusus untuk dirawat atau diganti.

Ketiga, ketika motor dihidupkan, suara mesin terdengar tidak sehalus biasanya. Hal ini dapat didengar dari suara motor yang kasar dan seperti ada vibrasi atau getaran saat motor  pertama kali dihidupkan. Nah, jika suara motor Anda terdengar kasar semacam itu, maka ini pertanda busi sudah seharusnya diganti dengan yang baru.

Keempat, tarikan motor mulai terasa tidak maksimal dan kurang responsif. Apabila hal ini terjadi, tentu tidak nyaman bagi Anda untuk berkendara. Jika mengalami gejala demikian, sebaiknya segeralah melakukan pengecekan bagian busi.

Kelima, apabila kepala busi sudah aus terbakar dan terjadi penumpukan kerak karbon, hal ini menyebabkan kendaraan sering tiba-tiba berhenti sesaat (delayed). Hal ini dapat terjadi karena adanya missed fire dalam ruang pembakaran mesin sehingga menyebabkan penurunan performa pada busi.

  Keenam, Anda dapat melihat warna busi. Apabila warna elektroda pada busi nampak menghitam, hal ini menunjukkan bahwa bensin dan udara tidak bercampur secara seimbang. Hal ini mengakibatkan kendaraan Anda cepat boros bahan bakar. Selain itu, apabila warna elektroda terlihat hitam yang dipenuhi oli, memperlihatkan oli sudah masuk ke ruang pembakaran akibat dari ring piston yang sudah buruk. Dampaknya, asap knalpot menjadi berwarna putih karena adanya oli yang ikut terbakar. Hal ini tentunya menimbulkan polusi dan asap yang tidak ramah lingkungan. Di sisi lain, apabila warna elektroda terlihat memutih, hal ini menandakan bahwa campuran antara bensin dan udara tidak proporsional. Dampak buruknya, mesin motor menjadi cepat panas.

Mengingat penting dan krusialnya fungsi busi pada motor, Anda tidak perlu menunggu gejala-gejala buruk terjadi pada motor. Segeralah melakukan pengecekan secara berkala pada busi demi keamanan berkendara.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *