Cara Menghitung Masa Subur untuk Menjarangkan Kehamilan

Indonesia merupakan salah satu dari negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Jumlah populasi ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan penduduk hingga kepadatan penduduk khususnya di pulau Jawa. Pemerintah sendiri mulai kembali menggalakkan program KB untuk menekan kenaikan jumlah penduduk, sayangnya sekarang ini banyak orang khususnya wanita yang enggan ikut KB karena khawatir mengenai efek jangka panjangnya. Seperti diketahui, penggunaan produk KB seperti implan/susuk, IUD dan suntik kb memiliki efek jangka panjang yang cukup berbahaya. Namun bagi Anda yang setuju untuk menjarangkan kehamilan agar lebih sejahtera dengan jumlah keluarga kecil saja, ada cara lain yang bisa dilakukan yaitu dengan sistem kalender. Sistem kalender sebagai cara menghitung masa subur akan membantu Anda mengetahui kapan terjadinya ovulasi sehingga dapat dipergunakan sesuai tujuan KB.

Ovulasi adalah masa subur wanita dimana sel telur matang dan bisa dibuahi hingga membentuk janin. Jika saat ovulasi Anda melakukan hubungan suami istri, maka besar kemungkinan akan terjadi pembuahan sehingga Anda mengalami masa hamil. Sebaliknya, jika masa ovulasi telah diketahui dan digunakan untuk menghindari pembuahan maka di masa tersebut Anda dan pasangan jangan melakukan hubungan seksual atau melakukan hubungan seksual secara aman misalnya dengan memakai kondom. Dengan memakai sistem kalender untuk mengetahui masa subur ini, pasangan suami istri dapat memberi jarak kelahiran antar anak sehingga lebih dapat mempersiapkan diri, finansial dan mental untuk menambah momongan.

Bagi Anda yang belum pernah menghitung kapan masa subur terjadi, pertama-tama perlu diketahui bahwa untuk bisa mengetahui kapan masa subur terjadi dengan tepat, Anda perlu mengetahui berapa lama rata-rata periode menstruasi terjadi setiap bulannya. Cara mengetahuinya adalah dengan menghitung antara hari pertama haid di periode pertama hingga hari pertama haid di periode berikutnya. Umumnya wanita akan memiliki periode menstruasi antara 28 hingga 35 hari tergantung siklus hormonal wanita tersebut. Semakin sama atau teratur periode menstruasi yang dimiliki maka akan semakin besar kemungkinan tepatnya perhitungan masa subur ini.

Setelah Anda mengetahui berapa lama periode menstruasi yang dimiliki, kemudian catatlah tanggal menstruasi terakhir atau bulan yang sudah terjadi. Setelah mendapatkan kedua data tersebut, inilah rumus yang harus Anda gunakan:

  1. Bagi dua lama siklus menstruasi yang Anda miliki. Misalnya siklus menstruasi Anda adalah 28 hari maka hasil pembagian duanya adalah 14 hari.
  2. Tambahkan hasil pembagian dengan tanggal pertama menstruasi terakhir Anda. Misalnya tanggal hari pertama menstruasi Anda yang terakhir adalah tanggal 4, maka hasilnya adalah 14 + 4 = 18.
  3. Hasil dari penambahan tersebut adalah tanggal perkiraan terjadinya ovulasi Anda. Namun masa subur wanita bukan hanya di waktu ovulasi saja, tetapi juga bisa antara 3 hari sebelum ovulasi hingga 3 hari sesudah ovulasi. Sehingga perhitungan masa suburnya menjadi antara tanggal (18 – 3 =) 15 hingga tanggal (18 + 3 =) 21.
  4. Jadi antara tanggal 15 hingga 21 hindari melakukan hubungan seksual dengan suami jika Anda ingin menghindari kehamilan. Namun jika tujuan Anda ingin menambah momongan, maka gunakan tanggal tersebut untuk melakukan hubungan seksual.

Agar cara menghitung masa subur semakin tepat, usahakan Anda memiliki periode menstruasi yang sama setiap bulannya dengan cara menghindari stress dan kelelahan. Mengkonsumsi jamu herbal untuk melancarkan haid juga bisa dilakukan selama proses kehamilan ataupun menghindari kehamilan.