081331441347 admin@amunanet.com
     

    Category: Lain Lain

    Belgia Gagal Menaklukkan Lini Tengah

    No Comments Lain Lain

    Perancis melangkah ke final Piala Dunia 2018 selesainya mengalahkan Belgia menggunakan skor tipis, 1-0. Satu-satunya gol pada laga yang digelar Rabu (11/7) dini hari WIB tersebut dicetak sang bek Barcelona, Samuel Umtiti. Perancis benar -benar mengendalikan jalannya pertandingan. Skuat asuhan Didier Deschamps kalah secara penguasaan bola (36% berbanding 64%). Tapi berdasarkan jumlah tembakan, Les Blues mencatatkan 19 tembakan, sementara Belgia hanya sembilan. Kalah penguasaan bola Perancis ini adalah bagian berdasarkan taktik yg diterapkan Deschamps. Solidnya pertahanan sebagai kunci kemenangan Perancis atas Belgia. Belgia bukan tanpa upaya. Sejumlah perubahan dilakukan buat membongkar pertahanan Perancis. Namun Eden Hazard dan mitra-kawan gagal menaklukkan lini tengah. Skema Empat Bek Belgia Tak Berjalan Sesuai Rencana

    Absennya Thomas Meunier membuat instruktur Belgia, Roberto Martinez, mengganti strategi. Skema 3-4-3 diubah menjadi 3-6-1 yang dimantapkan dengan pola 4-2-3-1 waktu bertahan. Martinez memainkan Marouane Fellaini, Mousa Dembele, & Nacer Chadli semenjak babak pertama, menyisihkan Yannick Carrasco, Dries Mertens, dan mengisi kekosongan Meunier. Saat menguasai bola, Martinez ingin anak asuhnya bermain misalnya umumnya. Menyerang lewat sayap menggunakan skema 3-6-1. Belgia hanya menyisakan Jan Vertonghen, Vincent Kompany, & Toby Alderweireld di belakang. Chadli, sama misalnya Meunier, membantu lini serang. Saat menyerang, Chadli dan Hazard begitu diandalkan pada kedua sisi. Tapi ketika bertahan, istilah Agen Casino Bonus Besar Hazard tidak menerima tugas buat turun atau membantu pertahanan. Sebagai gantinya, Dembele dan Witsel penekanan menjaga area depan 3 bek tengah dalam transisi menurut menyerang ke bertahan. Chadli, ad interim itu, akan berusaha balik ke pos bek kanan sebagai akibatnya Belgia membentuk pola 4-2-tiga-1 ketika bertahan.

    Yang menarik berdasarkan taktik Martinez melawan Perancis merupakan keputusannya memainkan Fellaini & mencadangkan Mertens. Tugas Fellaini sendiri menjadi pengganggu build-up agresi Perancis saat memasuki area tengah & menambah opsi operan pada kotak penalti bersama Romelu Lukaku. Sampai batas eksklusif, Fellaini cukup berhasil memainkan kiprahnya. Paul Pogba tidak banyak terlibat membentuk serangan berdasarkan bawah. Tetapi N’Golo Kante sanggup menjadi alternatif serangan Perancis ketika lini belakang membutuhkan jembatan ke lini depan. Kante menjadi pemain Perancis terbanyak kedua dalam hal operan sehabis Benjamin Pavard. Hal inilah yang lalu membuat Perancis permanen bisa mengalirkan bola ke depan dan serangan-serangan kembali sanggup dilancarkan. Pavard & Kylian Mbappe jadi momok bagi pertahanan Belgia. Fokusnya Hazard sebagai pemain dengan tugas primer menyerang menciptakan Vertonghen kerap menghadapi situasi satu lawan satu melawan Mbappe. Sial bagi Vertonghen lantaran Mbappe sedang dalam penampilan terbaik.

    Mbappe mencatatkan 15 kali dribel dalam laga ini (7 berhasil). Jumlah tersebut lebih menurut setengah jumlah dribel yg ditorehkan Perancis dalam laga ini. Akselerasi dan visi bermainnya yang cemerlang itu pun membuatnya mencatatkan enam umpan kunci. Namun Vertonghen bukannya tampil tidak baik. Cela justru lahir di area kanan pertahanan, area bermain Chadli. Gol Samuel Umtiti memang merupakan hasil skema sepak pojok. Tapi sepak pojok tersebut terjadi waktu serangan Perancis masuk dari kanan pertahanan Belgia. Lucas Hernandez memberkan umpan terobosan ke area pada belakang Chadli, yang disambut Matuidi. Matuidi meneruskannya dalam Giroud. Tendangan Giroud mampu diblok sebagai akibatnya berbuah sepak pojok. Perancis pun sedari awal memang hendak memanfaatkan “kelemahan” Belgia pada sisi kanan pertahanan. Itu terlihat waktu pada awal-awal laga Perancis bermain dengan pola dasar 4-3-3 menggunakan Antoine Griezmann yang poly berada di sisi sebelah kiri. Tapi Chadli bermain disiplin di awal laga sebagai akibatnya tak gampang menembus pertahanan Belgia lewat build-up yang menunjuk ke kanan pertahanan.

    Apakah Henry Memiliki Peran Khusus Untuk Timnas Belgia

    No Comments Lain Lain

    Belgia membangun sejarah di Piala Dunia 2018: lolos ke babak semifinal buat kali pertama semenjak 1986. Terlepas dari berlimpahnya materi pemain berkualitas di kubu Belgia saat ini, tetap saja pelatih adalah sosok yg memegang peranan paling akbar pada membawa tim yg diasuhnya meraih prestasi & produktif mencetak gol. Roberto Martinez adalah satu-satunya orang Spanyol sekaligus instruktur asing pada antara keempat negara yg lolos ke semifinal (bahkan dari perempat final pula). Tetapi bukan Martinez yang sebagai sorotan utama, melainkan sosok Thierry Henry di bangku pemain pengganti (bench) Belgia yang akan melawan negaranya sendiri, Perancis, di semifinal. Apakah Henry memiliki peran khusus untuk Timnas Belgia? Kecurigaan ini patut dihadirkan lantaran Belgia melenggang ke semifinal dengan membawa catatan impresif sebagai tim yang paling produktif membuat gol.

    Romelu Lukaku & kolega total sudah membukukan 14 gol berdasarkan lima pertandingan yg sejauh ini sudah mereka lakoni pada Rusia. Belgia berhasil mencetak rata-homogen 2,8 gol pada setiap pertandingannya. Produktivitas ini patut mereka banggakan mengingat dalam 2 turnamen besar yang mereka jalani sebelumnya (Piala Eropa 2016 & Piala Dunia 2014), pencapaian gol Belgia nisbi minim. Di Piala Eropa 2016, tim berjuluk Setan Merah itu total menjaringkan 9 gol berdasarkan lima pertandingan yg mereka jalani—rata-rata 1,8 gol pada setiap pertandingan. Sementara pada Piala Dunia 2014, Belgia mencetak total 5 gol berdasarkan 5 pertandingan yang mereka jalani—homogen-homogen 1 gol di setiap pertandingan. Hanya berselang 3 minggu sehabis Roberto Martinez ditunjuk menjadi instruktur anyar tim nasional Belgia dalam Agustus 2016, Thierry Henry kemudian diperkenalkan sebagai asisten pelatih timnas Belgia. Bekas penggawa Arsenal dan timnas Perancis itu diajak oleh Roberto Martinez buat mengejar sebuah misi: membawa tim nasional Belgia mencetak sejarah di panggung global.

    “Ketika mengenal Roberto untuk kali pertama, kami merasa punya pandangan filosofis yang sama mengenai sepakbola. Kemudian ia (Roberto) memberiku kesempatan ini (sebagai asisten pelatih Timnas Belgia), tentu saja sangat sulit bagiku buat tidak menerimanya,” ungkap Henry misalnya dikutip Agen Judi Bola Terpercaya. Sebelum menjadi asisten instruktur Timnas Belgia, Henry berprofesi sebagai pengamat dan analis pertandingan di Sky Sports. Ia juga sempat melatih tim belia Arsenal, namun tidak bertahan usang dan mengakhirinya pada awal 2016. Hingga akhirnya Martinez menawarkannya posisi asisten instruktur dalam Agustus 2016. Alasan Martinez memasukkan Henry pada jajaran kepelatihan timnas Belgia, merupakan karena pengalaman berlimpah yg dimilikinya semasa menjadi pemain. Selain itu Henry juga adalah bekas pemain yang pernah menjuarai Piala Dunia pada 1998. Hal yg disebutkan terakhir dipercaya sangat penting sang Martinez karena sangat berkaitan dengan misi Belgia buat menjuarai Piala Dunia.

    “Ia (Henry) mengetahui & berpengalaman pada meraih gelar kampiun dunia. Hal tersebut sangatlah berharga bagi kami yang ingin melampaui segala kendala mental buat meraih gelar Piala Dunia,” sebut Martinez dikutip menurut situs resmi FIFA. Di sesi pertamanya melatih Timnas Belgia buat persiapan kualifikasi Piala Dunia 2018, cara melatih Henry langsung membuat beberapa pemain Belgia terkesan. Utamanya para pemain depan yang eksklusif menerima arahan dari bekas penyerang kelas dunia yg masih memegang rekor menjadi pencetak gol terbanyak timnas Perancis menggunakan raihan 51 gol. Salah satu hidangan latihan yg diberikan sang Henry merupakan mengasah ketajaman para pemain depan Belgia pada situasi 1 on 1. Seperti dilaporkan Telegraph, Eden Hazard & Lukaku begitu antusias menjalani sesi latihan tadi.

    Jalan Panjang dan Libur Pendek Benjamin Pavard

    No Comments Lain Lain

    daftar macaubet – Benjamin Pavard menempuh jalan yang panjang untuk menjadi seperti sekarang. Begitu pula bersama dengan ke dua orang tuanya, Nathalie dan Frederic Pavard. Tidak seluruh perihal ada untuk seorang anak tunggal berasal dari Jeumont, sebuah kota kecil di Perancis anggota utara yang berbatasan langsung bersama dengan Belgia. Pavard kecil tidak berlama-lama berlatih di Jeumont. Pada umur 9 dia bergabung bersama dengan Lille OSC. Empat kali sepekan Nathalie dan Frederic mengantar Pavard berlatih, menempuh jarak lebih berasal dari 96 km pulang-pergi. Setahun saja kegiatan itu dilakukan, gara-gara terhadap umur 10 Pavard meninggalkan rumah untuk tinggal di asrama pemain muda Lille.

    “Target pertamaku adalah sebabkan ayah dan ibuku bangga,” ujar Pavard sebagaimana dikutip berasal dari laman situs Bundesliga. “Kami menekuni masa sulit. Aku meninggalkan mereka di umur 10 untuk tinggal di asrama sekolah sepakbola Lille. Itu sukar tidak cuma untukku, namun terhitung untuk orang tuaku, gara-gara saya anak mereka satu-satunya.” Perkembangan Pavard tak begitu pesat. Bahkan di tim muda Lille dia tak banyak mendapat kesempatan. Begitu musim 2013/14 berakhir Pavard pulang ke Jeumont. Sementara para pemain top berlibur di tempat eksotis atau repot bertanding di Piala Dunia 2014, Pavard berlatih keras. Aku di titik rendah,” ujar Pavard kepada BILD. “Aku hampir tidak bermain di musim pada mulanya di tim muda Lille, menjadi saya memastikan untuk melakukan perbaikan diri. Aku mendapatkan seorang pelatih kesehatan dan bekas pelatihku selagi tetap kanak-kanak melatihku, dia mengubahku berasal dari seorang gelandang menjadi bek tengah.”

    Kerja kerasnya di masa libur menghasilkan hasil. Memasuki paruh ke dua musim 2014/15, tepatnya terhadap 31 Januari 2015, Pavard menekuni debutnya di Ligue 1. Namun diberi peluang menekuni debut adalah satu hal, konsisten menerus dipercaya bermain adalah perihal lain. Di Tim Nasional Perancis U-19 serupa saja, meskipun selagi peluang bermain diberikan Pavard tidak mengecewakan. Dia bermain bersama dengan putraku [Marcus Thuram] di Piala Eropa U-19 2015 dan saya lihat pertandingan-pertandingannya,” ujar Lilian Thuram kepada AFP. “Bahkan terhadap selagi itu dia sudah muncul menjanjikan. Untuk pemain seusianya dia terlampau cerdas dan terlampau teknis. Pavard naik ke tim U-21 setelahnya, namun sampai situ saja. Saat Perancis melenggang sampai ke final di Piala Eropa 2006 Pavard tetap tidak masuk ke radar Didier Deschamps. Pada gelaran itu Pavard cuma penonton, seperti biasanya warga Perancis lain.

    Penyebabnya adalah karier yang begitu-begitu saja di Lille. Lebih berasal dari setahun sejak debutnya untuk tim senior, Pavard tetap belum menjadi pilihan utama. Namun ini bukan seluruhnya tidak benar sang pemain. Aku tidak pernah mendengar perihal Benjamin sebelum akan Stuttgart merasa mengamatinya, apa ulang tahu pemain seperti apa dirinya,” tulis Thomas Hitzlsperger, kepala tim muda Stuttgart, di dalam kolomnya di Guardian. “Namun seseorang menyebutkan kepadaku ada seorang pemain belakang muda yang kesulitan mendapat peluang di Lille dan menganjurkan kami untuk meliriknya. Lalu saya lihat beberapa video, bahagia bersama dengan apa yang kulihat, dan menghubungi seorang jurnalis yang mengkaver Ligue 1 dan menghendaki sarannya.

    Setelah Tes Kesehatan ini Jadwal Pilpres

    No Comments Lain Lain

    Kemeriahan perhelatan pesta demokrasi Indonesia yang akan berlangsung pada 2019 sudah mulai terasa. Sebelumnya, keddua bakal calon presiden telah memilih dan mengumumkan siapa pasangan yang akan maju bersama pada jadwal Pilpres 2019. Joko ‘Jokowi’ Widodo dengan bangga menggandeng kiai besar Nahdatul Ulama (NU) Ma’ruf Amin, sebagai wakilnya. Sedangkan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, memilih mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sebagai pasangannya. Setelah pengumuman, mulai Minggu (12/8), kedua pasangan capres juga tengah melakukan serangkaian tes kesehatan di RSPAD Gatot Soeborto yang memakan waktu hingga 12 jam. Seperti dilansir laman resmi KPU RI, kpu.go.id, Senin (13/8), selain melakukan pemeriksaan kesehatan, kedua pasangan capres-cawapres juga masih harus menghadapi proses panjang.

    Sesuai Peraturan KPU (PKPU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu, berikut tahapan dan Jadwal Pilpres 2019. Serangkaian tahapan verifikasi dokumen administratif ini telah dimulai sejak 11-27 Agustus 2018. Verifikasi ini dimaksudkan untuk mengetahui kelengkapan dan kebenaran dari dokumen persyaratan administratif kedua pasangan capres-cawapres. Setelah itu, akan ada pemberitahuan tertulis dari hasil verifikasi pada 15-17 Agustus. Jika hasil verifikasi bakal calon dirasa belum lengkap atau perlu diperbaiki, parpol dan gabungan parpol diberi kesempatan untuk revisinya hingga 20-22 Agustus mendatang. Belum sampai di situ, tahapan revisi ini juga harus diverifikasi kembali pada 22-24 Agustus. Barulah pada 25-27 Agustus akan ada pemberitahuan tertulis mengenai verifikasi administrasi ulang oleh Komisi Pemilihan Umumu (KPU) pada pimpinan partai politik atau pemimpin gabungan dari masing-masing parpol.

    Sebelum penetapan dan pengumuman pada publik, pada 28 Agustus-10 September 2018 akan dilaksanan pengusulan bakal calon pengganti. Hal tersebut dilakukan parpol atau gabungan parpol, jika usulan yang mereka berikan tidak memenuhi syarat. Barulah pada 20 September mendatang akan dilakukan penetapan dan pengumuman pasangan capres-cawapres. Sehari setelahnya, pasangan capres-cawapres akan mendapat nomor urut mereka, untuk melaju ke tahap kampanye dan jadwal pilpres 2019. Setelah penetapan dan pengumuman, pasangan capres-cawapres baru bisa melaksanakan kegiatan kampanye mereka pada 23 September-13 April 2019. Masa kampanye ini akan berhenti saat memasuki masa tenang pada 14-16 April 2019.

    Selanjutnya, pesta demokrasi Indonesia akan segera mencapai puncaknya pada 17 April 2019, dengan melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara. Rencananya, pemungutan suara Pileg dan Jadwal Pilpres 2019 akan dilaksanakan pada hari yang sama. Setelah satu pekan kemudian, tepatnya pada 25 April 2019-22 Mei 2019 dilaksanakan rekapitulasi dan penetapan hasil pemilu tingkat nasional. Pada tahapan akhir, pasangan capres-cawapres terpilih akan disumpah saat pelantikan pada 20 Oktober 2019. Siapakah kira-kira pasangan capres-cawapres yang bakal menang pada Pilpres 2019? Kita tunggu saja saatnya nanti guys. Selain itu, para tim kampanye nasional ini juga diberikan pelatihan workshop untuk bisa menyuksesan pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Mereka juga diberikan pelatihan sesuai dengan keahliannya masing-masing. Peserta yang hadir mencapai 108 orang yang terdiri dari artis, pengacara, hingga para aktivis sosial. Hasto juga mengatakan bahwa sejak tadi malam sudah ada 103 relawan Jokowi yang terindentifikasi. Bahkan jumlah tersebut tersebut terus bertambah dan akan terus dibekali narasi kemenangan agar senafas dengan capaian keberhasilan Joko Widodo.

    Reputasi Harry Kane Sebagai Pencetak Gol Sudah Tidak Diragukan Lagi

    No Comments Lain Lain

    Reputasi Harry Kane menjadi pencetak gol telah nir diragukan lagi. Ia sudah sebagai mesin gol andalan Tottenham Hotspur pada beberapa ekspresi dominan terakhir. Tak hanya itu, Harry Kane jua menjadi tulang punggung di skuat timnas Inggris. Penyerang berusia 25 tahun itu nir pernah mencetak kurang menurut 20 gol di Liga Inggris dalam empat trend terakhir. Sejauh animo ini, Harry Kane pula kembali menunjukkan ketajamannya pada urusan mencetak gol. Hingga pekan ke-21, beliau sudah 14 kali membobol gawang lawan.

    Manajer interim Manchester United (MU) Ole Gunnar Solskjaer pun memberikan pujian kepada Harry Kane. Solskjaer menilai Kane adalah penyerang fantastis & salah satu yg terbaik di dunia. Harry Kane akan menjadi teror utama pada duel MU melawan Spurs yang digelar pada akhir pekan ini. Kane sedang berada pada performa terbaiknya. Dia selalu mencetak gol pada enam laga terakhir. Enam kali bermain, tujuh gol dia cetak. “Harry Kane, beliau nir terlalu tidak baik kan?,” canda Solskjaer dikutip dari daftar bandar bola online terpercaya. “Ya, dia merupakan pencetak gol yg fantastis, salah satu yg terbaik pada global buat posisinya [penyerang]. Kemudian saya juga punya beberapa penyerang & saya bahagia sanggup bekerja sama dengan mereka,” sambung manajer berusia 45 tahun tersebut.

    “Punya pemain misalnya Kane, dia adalah pemain top, profesional dan aku yakin siapa yg bermain & berlatih dengannya bisa berbicara lebih poly tentang dia,” tandas Solskjaer. Menyadari Harry Kane punya potensi akbar buat menyulitkan Manchester United, Solskjaer tentu saja tidak tinggal diam. Mantan manajer Cardiff City tersebut akan menyiapkan beberapa rencana supaya membuat Kane tidak bermain bagus waktu berjumpa United. “Harry Kane adalah finisher yang fantastis & beliau benar-benar nir pernah melewatkan satu peluang mencetak gol. Jadi, ayo kita pastikan akan beliau tidak bekerja menggunakan baik saat melawan kami,” tandas manajer berasal Norwegia tersebut.