Category: Wisata

3 Hotel Murah di Jakarta Yang Fasilitasnya Lengkap

No Comments Wisata

Image result for Favehotel Pasar Baru

Jakarta adalah kota terbesar di Indonesia, sekaligus menjadi sentral bisnis di Indonesia. Itu sebabnya, mengapa kota yang satu ini selalu menjadi perhatian utama bagi para invenstor lokal maupun investor asing. Tak hanya diserbu oleh para investor, kota Jakarta menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Nah, bagi yang sedang mencari tempat penginapan disana, inilah 3 hotel murah di Jakarta yang fasilitasnya lengkap :

  1. Favehotel Pasar Baru

Hotel murah di Jakarta pertama yang fasilitasnya lengkap, yaitu bernama Favehotel Pasar Baru. Fasilitas yang tersedia di hote ini terdiri dari layanan concierge, layanan cuci pakaian, layanan antar jemput bandara, layanan dry cleaning, akses kursi roda, wifi gratis, parkir gratis, bar – lounge, restoran, sarapan, Ac, dan sebagainya. Untuk biaya permalamnya berada dikisaran Rp 160 ribu hingga Rp 390 ribu, sedangkan lokasi hotelnya beralamat di Jl. H. Samanhudi No. 26 Pasar Baru, Jakarta.

  1. Ibis Jakarta Slipi

Fasilitas yang ada di hotel Ibis Jakarta Slipi ini terdiri dari adalah kolam renang, bar – lounge, restoran & café, layanan cuci pakaian, layanan dry cleaning, layanan concierge, layanan antar jemput bandara, spa, pusat kebugaran, wifi gratis, parkir gratis, ruang pertemuan, pusat bisnis dan sebagainya. Untuk biaya per malamnya, yakni sekitar Rp 480 ribu sampai Rp 770 ribu.

  1. POP! Hotel Kemang Jakarta

Hotel murah berikutnya yang wajib anda kunjungi di kota Jakarta, yaitu bernama POP! Hotel Kemang Jakarta. Fasilitas yang ada di hotel ini diantaranya adalah layanan dry cleaning, layanan cuci pakaian, layanan concierge, layanan antar jemput bandara, Ac, lemari pendingin, sarapan, akses kursi roda, dan lain sebagainya. Untuk biaya penginapan per malamnya, yakni berkisar Rp 300 ribu sampai Rp 360 ribuan saja. Mengenai lokasinya, POP! Hotel Kemang Jakarta ini bisa anda jumpai di alamat Jl. Kemang Raya NO. 3, Jakarta.

Itulah 3 hotel murah di kota Jakarta yang harus anda kunjungi. Selain itu, anda juga jangan sampai lupa untuk membawa oleh-oleh khas Jakarta.

Please, Stop Minta Oleh-oleh Temen Kamu yang Lagi Traveling! 7 Alasan Ini Semoga Menyadarkanmu

No Comments Wisata

Jadi, apakah kamu tipikal orang yang suka meminta oleh-oleh pada temanmu ketika mereka traveling? Think again yuk. Sekarang, coba kamu posisikan diri pada posisinya, ya posisi kawanmu yang pergi melancong itu.

Nanti, pada akhirnya kita akan sampai pada kesimpulan bahwa kebiasaan burukmu meminta oleh-oleh itu patut diihilangkan. Hah? Kebiasaan buruk? Seenaknya aja ngatain orang! Sabar, disini kita bakal breakdown satu-satu mengenai apa yang salah dari seorang-yang-ngakunya-kawan-menitip-cindera-mata-pada-kawannya-yang-sedang-berpelesir. Kamu nitip oleh-oleh sambil ngasih duit aja masih salah lho, apalagi nggak ngasih duit alias cuma berharap si kawanmu itu menyisihkan waktu dan materi buat menuhin permintaanmu itu. Aduh Gusti!

Nggak ada orang jahat yang ngaku jahat, pun nggak ada orang baik yang nyebut dirinya baik. Dan, nggak ada orang yang beneran temen meminta pengakuan pada si temen.

kamu siapa berani amat nge-dikte aku??

kamu siapa berani amat nge-dikte aku?? via cached.imagescaler.hbpl.co.uk

Nggak ada yang lebih ngeselin dibanding ketika ada satu atau bahkan beberapa temanmu-yang-nggak-akrab-akrab-banget-tetiba-sok-akrab-pas-kamu-mau-berangkat-traveling-buat-minta-oleh-oleh-ini-itu. Kalian beneran nggak sungkan nih? Demi apa???

Ya emang sih, kebiasaan ini tuh Indonesia banget. Jadilah tipikal orang Indonesia yang lekat dengan oleh-oleh memang susah dihilangkan. Bepergian tanpa membawa pulang oleh-oleh pun seakan sudah mendarah daging jadi kultur masyarakat kita. Makanya, yuk mari pelan-pelan kamu-kamu sekalian harus diubah pola pikirnya mengenai oleh-oleh tadi. Kalau kamu bisa memposisikan diri sebagai traveler juga, kamu pasti paham kenapa kamu dilarang meminta oleh-oleh pada mereka.

Kamu sudah tahu di poin pertama ini apa yang salah? Kebiasaan mendiktemu itu yang salah. Kamu mau didikte? Bukan anak kecil lagi toh? Yaudah, sama. Kalau kamu memang teman dekatnya, kalau kamu memang sahabatnya, percayalah, mereka pasti memberimu “jatah” oleh-oleh tanpa kamu mendikte atau bahkan mengemis padanya? Pikirin lagi.

Orang traveling itu pake duit, apalagi kalau ke luar negeri. Kamu tega bikin dia miskin gara-gara kamu titipin ini itu?

kalau mahal gini mending buat aku sendiri aja ah

kalau mahal gini mending buat aku sendiri aja ah via sg1.clozette.it

Oleh-oleh dibeli bukan pakai daun kan? Pernah mikir gini nggak, temenmu itu kerja keras selama ini nabung buat biayain perjalanan impiannya itu. Selama bertahun-tahun. Mereka pun bakal menghemat budget seminimal mungkin untuk melakoni misi travelingnya itu. Bukan nggak mungkin kan kalau mereka nggak punya uang lebih untuk membeli oleh-oleh pesanan kamu?

Biasanya sebelum traveling, para traveler itu sudah punya itinerary plus anggaran dana terkait apa-apa aja yang kudu dia bayar nantinya. Kenang-kenangan buat diri sendiri aja biasanya dia nggak mikir, selain pengalaman itu sendiri, lha kok disuruh mikirin oleh oleh buat kamu. Kamu kira murah hah? Apalagi kalau di kurs kan dengan dollar. Sudah mulai mikir?

Selain duit pas-pasan buat hidup sementara di kota / negara orang, kalau kalian minta oleh-oleh dan ternyata over luggage siapa yang mau bayar?

ini kaga cukup kampret

ini kaga cukup ndul via studyinuk.universiablogs.net

Begini nih, jangan pernah salahkan teman kamu ketika pada akhirnya mereka selalu diam-diam saat melakukan perjalanan. Kenapa? Cuma satu alasan, mereka malas ditagih oleh-oleh kanan kiri yang buat mereka ya nggak penting sama sekali. Kualitas pertemanan nggak bisa dinilai dari oleh-oleh yang dia bawa kan? Kalau kamu mikir gitu ya dangkal banget. Lalu, kalau nggak dibagi oleh-olehnya, dia dibilang pelitlah, itulah. Padahal daftar permintaan oleh-oleh mereka udah sepanjang jalan kenangan. Hiks!

Nah, kalau yang ini terjadi pada kasus bepergian dengan pesawat terbang dimana setiap penumpang hanya mendapatkan free bagasi antara 20-30 kg (tergantung maskapai/kelas penumpang). Jadi? Sudah kepikiran merepotkannya bagian mana kan? Tentu saja ketika gara-gara oleh-oleh yang kamu pinta itu jadi menambah beban biaya tambahan yang harus dibayar temanmu. Mereka saja lho belain-belain buat bawa barang sedikit mungkin agar muat masuk ke kabin. Masa kamu tega mereka memesan bagasi hanya demi oleh-olehmu?

Selain butuh duit, cari oleh-oleh itu butuh waktu. Yakali dia pengangguran dan bisa seenaknya ngabisin waktu di destinasi travelingnya itu

lu kira waktu gue banyak ha?

lu kira waktu gue banyak ha? via www.buybymom.com

Temenmu masih kuliah? Atau malah sudah kerja? Sempet mikir kalau ternyata dia memiliki waktu yang terbatas demi mencari oleh-oleh yang seenaknya kamu minta? Cari oleh-oleh itu sama sekali nggak gampang lho, nggak ngasal, nggak sebentar. Waktu, itu sesuatu yang krusial dan jarang dimiliki apalagi oleh mereka yang tipe backpacker. Nitip oleh-oleh sama juga dengan menghabiskan waktu traveling mereka hanya untuk mencari pesanan kamu. Malas, kan?

Mereka sudah pasti tahu harus meninggalkan destinasinya itu. Apalagi yang kerja, cutinya pasti terbatas. Dan dengan waktu singkat yang mereka miliki itu, mereka juga sudah miliki agenda tersendiri mau dibawa kemana aja sepasang kakinya. Menurut mereka, pengalaman mereka melihat dunia teramat jauh lebih berharga dibanding ngebuang waktu memilah oleh-oleh buat kamu.

Kalau kamu BERHASIL dapetin oleh-oleh dari mereka, dirimu nggak bakal termotivasi buat pergi ke kota/negara yang sudah dijujug temanmu tadi. Yang rugi siapa?

masih minat pergi kesana?

masih minat pergi kesana? via blogs.als.net

Awalnya bisa jadi kamu pengen ikut temenmu pergi ke Makassar, pengen nyobain coto Makassar dan sop konro langsung di tempatnya. Tapi, berhubung ada masalah keuangan atau kendala waktu yang bener-bener nggak bisa luang, kamu pun harus rela ditinggal kawanmu untuk duluan traveling kesana. Karena kamunya pengen banget, kamu pun nitip oleh-oleh ke kawanmu tadi. Minyak tawon, sirup markisa, kopi Toraja semuanya kamu request.

Karena kebetulan temenmu itu tadi berduit dan sayang sama kamu (ciyeee sayang -.-), dia pun berbaik hati membawakan “pesananmu” yang banyak banget itu. Alhasil apa? Karena kamu sudah kenyang dengan segala cerita pengalamannya, ditambah sudah banyak tahu tentang oleh-olehnya, kamu nggak bakal punya keinginan untuk mengunjungi tempat tersebut lagi. Motivasi kamu langsung hilang seketika untuk mengikuti jejak temanmu yang sudah kesana. Kamu sudah cukup puas dibawakan kopi Toraja, dan lain-lainnya tadi. Kamu bahkan nggak ingat nabung untuk bisa pergi kesana. Kasian ya, kamu!

Esensi dari traveling sejatinya apa sih? Bukan sekadar belanja wahai anak manusia~~~

banyak yang lebih penting dari sekadar foto dan belanja

banyak yang lebih penting dari sekadar foto dan belanja via i.huffpost.com

Traveling itu nggak hanya sekadar foto-foto dan belanja di tempat wisata,bukan pula hanya ke luar negeri atau ke kota besar yang banyak mallnya. Karena yang namanya traveling, jauh lebih dari itu. Buat mereka, para traveler itu, yang seringkali lebih penting ialah perjalanan itu sendiri, bukan destinasi tujuan mereka. Sebab, buat mereka proses jauh lebih penting daripada hasil. Pengalaman dan suka-duka dalam perjalanan itu jauh lebih bermakna dibanding oleh-oleh itu sendiri.

Mereka yang sering traveling, juga sering dituduh sebagai seorang yang tajir, yang kerjanya jalan-jalan melulu. Padahal, bisa jadi traveling memang tujuan hidup mereka, prioritas mereka. Mereka rela ngirit buat makan dan nggak pernah belanja baju, tas dan lain-lainnya demi nabung buat traveling. Dan saat traveling, tujuan mereka pun tak hanya untuk bersenang-senang. Itu yang harus kamu garis bawahi. Ada yang bepergian karena memang harus. Sejenak meninggalkan rutinitas dan butuh pembaharuan. Ingin menenangkan pikiran sejenak dari rutinitas mereka yang menjenuhkan. Oleh-oleh hanya sekedar bonus dari kegiatan travelling. Bahkan ada juga kan yang harus bepergian demi urusan bisnis atau urusan keluarga? Nggak lucu kan kamu minta oleh-oleh pada temanmu sementara dia berkabung karena neneknya yang di kota lain tiada? *sigh*

Terakhir, pahamilah jika sejatinya mereka pun memiliki kebutuhan.

mereka punya what to do list juga

mereka punya what to do list juga via qph.is.quoracdn.net

Tiap orang itu punya kebutuhan, yang nggak selalu diketahui seseorang yang lainnya. Pun begitu dengan kawanmu, mereka butuh untuk membelanjakan uangnya. Terutama kebutuhan yang penting-penting. Setelah itu memikirkan orang terdekat, seperti keluarga misalnya. Baru memikirkan orang lain. Skala prioritas tahu kan? Nah, kalau oleh-olehnya nggak cukup gimana? Kamu kecewa pastinya. Itu sebabnya nggak usah berharap oleh-oleh dari temanmu, ya. Bikin penyakit hatimu nambah entar, yang dosa kamu. Jangan…

Lagipula nih ya, selain pengalaman, keselamatan yang mereka peroleh juga jauh lebih berharga dibanding oleh-oleh yang dibawa. Setuju kan? Adakah sesuatu yang lebih membahagiakan dibanding melihat temanmu pulang dengan selamat usai traveling? Kalau kamu nggak setuju, kamu yang kudunya mikir kamu ini teman macam apa -_-

Hal-hal yang seru seperti itinerary, rute dan berbagai tempat tujuan tentu akan menambah wawasanmu soal satu daerah. Dan jadi bekal berharga kala kamu memutuskan mengikuti jejak mereka untuk menjelajah daerah itu. Pengalaman mereka akan menjadi sesuatu yang berharga dan abadi karena bermanfaat bagi orang lain. Oleh-oleh bisa hilang dan rusak, pengalaman tidak.

Jadi, masih mau ngerepotin temenmu yang lagi traveling?

Ternyata Ada 8 Destinasi Wisata Seru nan Kekinian di Tangerang!

No Comments Wisata

Apa yang akan terbesit dalam benak kamu kalau mendengar kata Tangerang? Ya, pasti kata yang bakal kamu jawab ketika mendengar kata Tangerang adalah industri.

Gak salah sih, Tangerang memang kota industry yang menjadi wilayah satelit untuk DKI Jakarta. Tapi, di balik kentalnya kata industri, Tangerang ternyata memiliki banyak potensi wisata yang bisa kapan saja kamu kunjungi. Mau tau ada apa aja di Tangerang?

Pemandangan alam Telaga Biru Bidadari bakal bikin kamu eyegasm.

Bidadarinya mana ya?

Bidadarinya mana ya? via scontent-sit4-1.cdninstagram.com

Siapa bilang Tangerang yang berjuluk wilayah industry gak punya destinasi wisata yang bisa memanjakan mata? Salah besar! Di kecamatan Cisoka, Tangerang sebuah telaga yang belakangan ini viral di media sosial.

Telaga Biru Cigaru, namanya. Destinasi wisata tersebut merupakan hasil fenomena alam dari bekas galian pasir 18 tahun lalu. Bekas galian yang dalamnya 50 meter tersebut kemudian tergenang air dan warnanya bisa berubah-ubah.

Telaga tersebut memiliki mitos ketika warna air berubah, maka sebuah selendang bidadari jatuh ke dalamnya. Makanya jangan heran, banyak orang mengenalnya dengan nama Telaga Biru Bidadari. Yuk ke sana sama abang, dek! 

Nikmati senja Situ Cipondoh bersama orang spesial memang juara.

Senja sama kamu.

Senja sama kamu. via scontent-sit4-1.cdninstagram.com

Sekali lagi, buat kamu yang senang dengan pemandangan air yang tenang. Kamu bisa main ke Situ Cipondoh yang tak jauh dari Jalan Kyai Haji Hasyim Ashari. Lokasi ini cocok banget buat piknik keluarga dan punya banyak fasilitas yang mendukung. Selain buat sekedar menikmati pemandangan situ, kamu juga bisa melakukan banyak hal lain di sana. Beberapa di antaranya adalah mancing, main sepeda air, sampai flying fox.

Dan buat kamu yang punya pasangan hidup, rasakan suasana romantis ketika senja datang dan langit berubah warna menjadi lebih indah.

Pergi ke ujung utara, Tangerang punya Tanjung Pasir yang mempesona.

Yeahhh pantai

Yeahhh pantai via scontent-sit4-1.cdninstagram.com

Tangerang merupakan bagian dari Provinsi Banten yang dikenal punya potensi wisata pantai. Salah satu yang terdapat di Tangerang adalah Pantai Tanjung Pasir.

Buat kamu orang Tangerang pasti gak asing. Sebab, pantai tersebut memang destinasi wisata favorit masyarakat Tangerang dan sekitarnya buat mengisi liburan bersama keluarga.

Selain bisa renang untuk menikmati asinnya segarnya air laut, di Pantai Tanjung Pasir, kamu juga bisa memancing, berenang, hingga berkunjung ke pulau yang gak berada jauh dari sana.

Buat kamu yang punya hobi mancing, Situ Kelapa Dua di Karawaci cocok tuh buat dijadiin spot.

Kelapa Dua

Kelapa Dua via igcdn-photos-f-a.akamaihd.net

Tangerang juga punya danau lho! Danau kecil buatan manusia yang disebut situ, tepatnya. Dan salah satu yang wajib kamu kunjungi adalah Situ Kelapa Dua di daerah Karawaci.

Situ ini cocok banget buat kamu yang butuh inspirasi, relaksasi dari berbagai tekanan hidup, atau mungkin iseng-iseng berhadiah mencari pasangan hidup.

Danau seluas 28 hektar ini merupakan habitat hidupnya ikan-ikan air tawar. Kamu juga bisa menemui bunga teratai tumbuh subur di danau. Buat kamu yang punya hobi mancing, kamu melakukan itu di danau tersebut.

Hutan Kota Jombang di Ciputat ini pas banget buat relaksasi sejenak dari kesibukan kerja.

Hutan Jombang di Ciputat

Hutan Jombang di Ciputat via www.hipwee.com

Tangerang punya hutan kita yang jadi tempat favorit masyarakat sekitar. Namanya Hutan Kota Jombang. Lokasi tersebut tak pernah sepi di setiap akhir pekan. Entah itu untuk tempat orang yang jogging, rekreasi bersama keluarga, sampai orang yang sekedar menikmati segarnya udara.

Rekreasi memang kebutuhan hidup penting, apalagi masyarakat perkotaan yang sebagian besar harinya dibalut kesibukan yang menyita energi dan pikirannya. Nah buat kamu yang penat sama banyaknya tekanan pekerjaan, disarankan untuk main ke Hutan Kota Jombang di Tangerang Selatan sekarang juga. Gih sono pergi!

Sesekali, manjakanlah paru-parumu dengan udara segar di Taman Kota BSD.

Taman Kota BSD

Taman Kota BSD via abouttng.com

Selain hutan kota, Tangerang juga punya taman kota. Fungsinya sebagai paru-paru kota, jelas, membuatnya jadi spot yang jos buat kamu yang kepengen menghirup udara segar di tengah hingar bingar pestanya puluhan zat polutan di udara.

Taman Kota BSD yang terletak di Serpong merupakan salah satu wisata favorit keluarga. Pasalnya selain sehat, rekreasi di sana juga murah. Manjakan mata dan paru-parumu di sini yuk!

Pulau Cangkir punya sejarah penyebaran agama Islam yang selalu siap dibagi kepadamu.

Wisata bahari

Wisata bahari via jurnaltransformasiku.files.wordpress.com

Tangerang punya sebuah pulau yang gak boleh kamu lewatkan kalau lagi main di sana. Sebuah pulau bernama Pulau Cangkir memiliki keunikan sendiri.

Pulau Cangkir merupakan kombinasi dari wisata bahari, sejarah, sekaligus ziarah. Sebab, di pulau tersebut terdapat makan seorang wali penyebar agama Islam, Pangeran Jaga Lautan. Nah bagi kamu yang suka sejarah penyebaran agama Islam, tepatnya di salah satu daerah Tangerang, gak ada salahnya buat sowan ke sana.

Bukan cuma Semarang, Tangerang juga bangunan berpintu seribu lho.

Masjid Pintu Seribu

Masjid Pintu Seribu via merahputih.com

Setelah tadi di atas bahas banyak wisata rekreasi, sekarang mau kasih destinasi wisata religi yang unik di Tangerang. Nih, guys, ternyata bangunan yang punya seribu pintu itu bukan cuma ada di Semarang. Siapa sangka Tangerang juga punya.

Tapi bangunan yang berpintu seribu di Tangerang bukanlah bangunan eks stasiun seperti di Semarang. Melainkan sebuah masjid. Terletak di Kecatan Periuk, bangunan masjid yang bernama Nurul Yakin tersebut memiliki arsitektur yang tak biasa dari masjid-masjid pada umumnya di Indonesia. Masjid yang yang berjuluk Masjid Pintu Seribu tersebut sangat eksotik.

Gimana? Keren juga ‘kan Tangerang? Kalau kamu punya rekomendasi destinasi wisata lain di Tangerang, jangan ragu buat tulis di kolom komentar yak!

 

Sumber ; http://www.hipwee.com/travel/nggak-cuma-pabrik-doang-ternyata-ada-8-destinasi-wisata-seru-nan-kekinian-di-tangerang/

Gunung Macet Juga Kalau Libur Panjang. Ketika Kemacetan Jakarta Pindah ke Puncak Rinjani!

No Comments Wisata

Libur panjang awal Mei kemarin Tim Hipwee Travel dapat kesempatan untuk meliput event pendakian bertajuk Jomblo Mendaki Rinjani edisi kedua. Agenda pendakian ini dimulai pada tanggal 4 dan berakhir pada tanggal 8 Mei 2016. Hipwee sudah kasih liputan pertama di artikel ini, Ketika Jomblo Berjuang Bersama untuk Mencumbu Puncak Rinjani. Mending kamu baca dulu deh sebelum lanjutin artikel ini. Biar nggak bingung nanti, hehehe.

Kalau udah baca yang pertama berarti siap lanjut di artikel kedua. Di artikel ini Hipwee Travel bakal kasih kamu pengalaman seru menuju puncak Rinjani 3.726 mdpl yang penuh perjuangan. Siap-siap Tarik nafas yang dalam ya, Jomblo Mendaki Rinjani bersiap untuk Summit Attack!

Plawangan Sembalun jadi titik awal jelang puncak. Kamu bisa foto bintang Milky Ways dulu di sana!

milky ways plawangan

milky ways plawangan via www.facebook.com

Setelah melalui jalur super menyebalkan yaitu Tujuh Bukit Penyesalan kamu akan sampai di Plawangan Sembalun. Sebuah tempat di mana ada banyak tenda terhimpun jadi satu. Plawangan ini adalah tempat di mana jadi pemberhentian dua arah. Bisa untuk naik ke puncak Rinjani atau turun ke Danau Segara Anak. Dari sini, pemandangan danau terlihat nyata dan begitu indah terhampar.

Saking capeknya kami istirahat di luar tenda sambil menunggu makan malam. Tak ketinggalan kami melakukan pemotretan bintang yang sering disebut Milky Ways. Di atas gunung setinggi Rinjani, asalkan cuaca bagus, bintang-bintang di langit tampak begitu mengagumkan! Keindahan malam yang nggak terlukiskan dengan kata.

ADVERTISEMENT

Daripada menginap di hotel bintang 5, lebih baik kita berbulan madu di bawah milyaran bintang, Dek!

It s time to summit Attack! Perjalanan berat sudah menanti di depan, beradu dengan batu dan pasir demi menggapai Dewi Anjani

menuju puncak

menuju puncak via www.sociotraveler.com

Pukul 02.00 WITA, tim bersiap untuk melakukan perjalanan menuju puncak. Persiapan perbekalan sudah lengkap. Senter, pakaian hangat, coklat dan minuman sudah disiapkan. Di tengah gulita dan dinginnya udara dini hari, kami menembusnya dengan penuh semangat. Tampak di punggungan arah puncak, senter-senter begitu riuh seakan ada antrian panjang arah puncak. Wah, kami merasa kalah cepat bangun tidurnya!

lelah, Dek

lelah, Dek via www.sociotraveler.com

Benar saja, medan berat sudah menanti bahkan di awal perjalanan. Trek pasir yang licin dan berdebu menyambut kami dengan angkuh. Di kegelapan malam, nafas kami saling memburu dan kaki kian berat untuk melaju. Tak jarang kami berhenti untuk minum atau sekedar meluruskan kaki. Perjalanan masih panjang dan trek puncak ini belum menunjukkan tanda-tanda sedikit bersahabat. Yah, perjalanan 6 jam ini bakal jadi salah satu perjalanan dalam hidup!

Seratus meter jelang summit adalah seratus meter terlama dan terberat dalam hidupmu. Puncak Rinjani sudah berada di depan matamu

antrean ke puncak

antrean ke puncak via www.sociotraveler.com

Mentari pagi menyinari dengan begitu hangatnya. Memberi semangat baru bahwa perjalanan ini aka nada akhirnya. Trek yang sempat mudah karena hanya trek tanah (ya meskipun kanan kiri jurang), sudah habis. Saatnya 100 meter terakhir yang paling berat. Matahari sudah menyibak puncak Rinjani yang terasa amat dekat. Sayangnya trek kian curam, hampir 45 derajat kemiringannya. Menyisakan batu, kerikil, dan pasir yang bikin langkah kian berat.

Tiga langkah, kaki terbenam, kemudian merosot dua langkah ke belakang. Kalau gini terus, kapan sampainya?

Setelah perjuangan panjang yang benar-benar bikin lelah fisik dan mental, akhirnya puncak Rinjani sudah tampak di hadapan. Satu tikungan terakhir dan segera sampai. Eits, dari kejauhan terlihat puluhan pendaki memenuhi puncak. Riuh dan ramai sekali. Macet…

riuh di puncak

riuh di puncak via www.sociotraveler.com

Enam jam kemudian, Puncak Rinjani 3.726 sudah kami pijak. Rasanya begitu luar biasa. Tak terdefinisi dengan kata-kata

Perihal mata air Sembalun yang rasanya seperti air surga. Rasakan sendiri kalau tak percaya

plawangan sembalun

plawangan sembalun via www.facebook.com

Di puncak, kondisi begitu hiruk pikuk. Kemacetan Jakarta pindah ke puncak Rinjani. Puluhan orang berebut spot terbaik di Puncak. Saking penuhnya kami malah nggak kebagian buat foto bagus. Ngga papa lah, toh esensi pendakian bukan sekedar foto kan?

Saat menuruni puncak, kami berlari menyusuri trek yang sempat mematikan semangat kami tadi pagi. Kini, semua tampak mudah. Trek berpasir ini begitu nyaman untuk dituruni. Sampai di Plawangan, mata air Sembalun begitu menyejukkan kerongkongan yang kering. Entah terbuat dari surga mana, air dari Sembalun nggak ada tandingannya! Nikmat dan mengusir dahaga.

Perjalanan menuju danau terindah segera dimulai. Danau Segara Anak sudah menantimu dengan tidak sabar

sampai jumpa di danau

sampai jumpa di danau via www.facebook.com

Misi puncak sudah tergapai oleh 6 jomblo saja. Sementara yang lain menyerah di tengah jalan. Tujuan kami sudah tercapai, tinggal menikmati perjalanan selanjutnya. Setelah beristirahat sejenak, kami melanjutkan perjalanan ke Danau Segara Anakan ketika sore hari. Panorama indah dari Plawangan bikin kami nggak sabar untuk segera sampai ke danau.

Perjalanan seru ini belum berakhir

Sumber : http://www.hipwee.com/travel/gunung-macet-juga-kalau-libur-panjang-ketika-kemacetan-jakarta-pindah-ke-puncak-rinjani/

Sekali Seumur Hidup, Kunjungilah Desa Panglipuran, Bali!

No Comments Wisata

Di saat perkembangan zaman dan teknologi yang kian membuncah, ada satu wilayah yang sama sekali nggak terpengaruh sama hal ini. Sebuah kawasan yang kini jadi sorotan hampir seluruh dunia karena keindahan dan kedamaian yang ditawarkannya. Adalah sebuah desa termasyur dari Pulau Dewata, Desa Penglipuran. Siapa sih yang tak kenal desa ini?

Buat kamu yang sudah atau belum tahu tentang desa ini, Hipwee Travel akan berikan ulasan singkat tentang Desa Penglipuran yang kian hari kian ramai dikunjungi. Kamu wajib dateng ke sini.

Apa sih Desa Wisata Penglipuran itu? Yuk, kenalan secara lebih dekat dulu, yuk!

Welcome to Penglipuran!

Welcome to Penglipuran Traditional Village! via gpswisataindonesia.blogspot.com

Desa Penglipuran merupakan salah satu desa adat yang telah berkembang menjadi desa wisata yang sangat ramai dikunjungi para wisatawan, lokal maupun mancanegara. Bahkan, pada awal penetapannya desa ini sebagai desa wisata, turis asing-lah yang sering memadati desa yang terletak di Bangli ini.

Awalnya, desa ini hanyalah sebuah desa yang ingin mempertahankan kebudayaan nenek moyang, leluhur. Tapi pada sekitar tahun 1990, mahasiswa Udayana melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan meninggalkan jejak berupa pembangunan taman-taman kecil dan penataan lingkungan, yang kemudian pada tahun 1991/1992 ada beberapa wisatawan yang mengunjungi desa ini. Sementara, Dinas Pariwisata Daerah belum mengeluarkan kebijakan apapun atau sumbangsih untuk mengelola kawasan ini. Barulah dari sini sesepuh dan para pemuda bersama perwakilan dari pemerintah daerah dan kota bermusyawarah untuk mengembangkan potensi pariwisata yang ada di Desa Adat Penglipuran. Dan akhirnya pada tahun 1993, desa adat ini ditetapkan sebagai Desa Wisata Penglipuran dengan Surat Keputusan (SK) Bupati No.115 tanggal 29 April 1993.

Serba serbi Desa Wisata Penglipuran yang perlu kamu tahu. Dari tata ruang desa hingga jumlah populasi

ADVERTISEMENT
Bali tempo dulu.

Bali tempo dulu. via baliislandsurf.wordpress.com

Desa Penglipuran berasal dari akronim kata pengeling dan pura yang berarti mengingat tempat suci (para leluhur). Awalnya, masyarakat desa ini berasal dari Desa Bayung Gede, Kintamani, yang bermigrasi permanen karena suatu hal ke desa Kubu Bayung, yang kini menjadi desa Penglipuran. Nah, di desa inilah mereka akhirnya menetap dan menjaga kearifan kebudayaan mereka.

Untuk tata ruang desa, setiap rumah memiliki sebuah pintu gerbang yang disebut Angkul-angkul. Semua rumah di desa ini seragam tapi tak sama. Nyaris mirip. Sementara untuk ukuran, memang sama persis. Nah, desa yang berada di ketinggian 700 mdpl ini tercatat memiliki 985 jiwa dalam 234 keluarga pada catatan sensus awal tahun ini. Mereka tersebar di 76 pekarangan yang terbagi rata di setiap sisinya dari total 112 hektar.

Nggak perlu bingung untuk menuju ke sini. Desa ini cukup strategis kok sebagai tempat wisata

Ini hutan bambu di Penglipuran.

Ini hutan bambu di Penglipuran. via www.instagram.com

Desa ini terletak sejauh 45 km dari Denpasar, tepatnya berada di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali. Untuk menemukan desa ini nggak terlalu susah. Apalagi kamu yang bervakansi dengan menggunakan jasa tour & travel, pasti mereka menyediakan paket mengunjungi desa ini. Buat kamu yang backpacker, lokasi ini nggak jauh kok dari Kintamani atau Gunung Batur.

Menikmati keindahan pedesaan yang jauh dari ingar bingar modernitas. Ubud cukup menarik, tapi Penglipuran jauh lebih asyik!

Bersih!

Bersih, sejuk, adem! via blackpackerz.wordpress.com

Mungkin kamu sudah bosan kalau ke Bali hanya mengunjungi pantai, pantai, dan pantai lagi. Kalau kamu mencari hal unik lain dari Bali seperti liburan yang jauh dari keriuhan modernitas, kamu bisa menyempatkan dirimu untuk ke Ubud. Vakansi ke Ubud bisa dibilang cukup jauh dari ingar bingar modernitas. Tetapi, untuk beberapa hal, Ubud belum memenuhi kriteria sebagai pedesaan asri yang sangat alami untuk dikunjungi.

Berbeda dengan desa wisata Penglipuran. Di sini, kamu akan menemui keindahan pedesaan yang sangat jauh dari arus lalu lintas peradaban yang sangat modern di Bali. Penataan dan atraksi desa wisata yang sangat apik membuat desa ini sangat tepat buat kamu yang ingin meninggalkan penatnya perkotaan dan menyegarkan pikiran dari kerasnya perkembangan zaman. Adeeeem bener!

Bukan menolak peradaban, desa ini sangat menghargai kebudayaan. Buktinya, desa ini pernah mendapatkan penghargaan Kalpataru dan desa terbersih di dunia!

Bersih, adem, damai.

Bersih, adem, damai. via bali.panduanwisata.id

Di awal peresmiannya sebagai desa wisata, Penglipuran mendapatkan penghargaan Kalpataru. Sebab, masyarakat setempat dianggap mampu menyelamatkan lingkungan. Mereka mampu mempertahankan dan memelihara 75 hektar hutan bambu dan 10 hektar vegetasi lainnya yang menjadi ciri khas desanya. Selain itu, masyarakat di desa ini juga mampu mempertahankan adat budaya para leluhur dan juga tata kota serta bangunan tradisionalnya. Hal inilah yang membuat Penglipuran diganjar dengan Kalpataru pada tahun 1995.

Penghargaan terbaru yang disabet berasal dari TripAdvisor berupa The Travellers Choice Destination 2016. Meski sebenarnya penghargaan ini dijatuhkan pada Pulau Dewata sebagai pulau kedua terbaik setelah Kepulauan Galapagos di Ekuador, nama Desa Wisata Pengliburan pun kerap diperbincangkan. Hingga akhirnya, desa ini dinobatkan sebagai desa terbersih di dunia bersama desa Desa Terapung Giethoorn di Provinsi Overijssel Belanda, dan Desa Mawlynnong yang ada di India.

Apa yang bisa kamu dapatkan di desa ini? Pengetahuan dan pengalaman yang nggak bisa kamu lupakan!

Kegiatan sehari-hari masyarakat setempat.

Kegiatan sehari-hari masyarakat setempat. via www.instagram.com

Apa yang bisa kamu dapatkan dari desa ini? Banyak! Atraksi yang ditampilkan pada desa wisata ini sangat apik. Artinya, desa yang pada tanggal 10 Mei kemarin berulang tahun ke-812 tahun ini telah memenuhi kriteria sebagai desa wisata. Karena desa ini menyuguhkan kehidupan keseharian penduduk setempat dengan setting fisik lokasi desa dan integrasi wisatawan sebagai partisipasi aktif seperti kursus tari, mempelajari kebudayaan Bali tempo dulu, kepercayaan, kehidupan sosial, dan masih banyak lagi kegiatan yang bisa kamu lakukan di desa ini.

Nah, itulah serba serbi Desa Wisata Penglipuran yang bisa kamu kunjungi. Bagaimana, tertarik untuk mempelajari kebudayaan masyarakat Bali di desa terbersih di dunia ini?

Sumber : http://www.hipwee.com/travel/sekali-seumur-hidup-kunjungilah-desa-panglipuran-bali-salah-satu-desa-terindah-di-indonesia/