081331441347 admin@amunanet.com
     

    Empat Tim yang Lolos ke Semifinal Liga 2

    No Comments Lain Lain

    Prediksi liga indonesia hari ini – Empat tim berdasarkan 3 pulau tidak sinkron berhasil memastikan diri lolos ke babak semifinal Liga 2 2018. Bahkan, empat semifinalis tersebut lolos menggunakan koleksi poin yg sama. Keempat tim tadi merupakan Semen Padang, Kalteng Putra, PSS Sleman & Persita Tangerang. Semen Padang, wakil Pulau Sumatera, lolos sebagai juara Grup A delapan besar Liga 2. Kalteng Putra, wakil Pulau Kalimantan, menemani Semen Padang sebagai runner-up Grup A.

    Semen Padang mengunci tiket semifinal sehabis menang 3-1 atas Kalteng Putra dalam laga terakhir Grup A delapan besar Liga 2 di Stadion H Agus Salim, Padang, Senin (19/11/2018). Meski kalah, Kalteng Putra tetap diuntungkan dengan kemenangan Aceh United atas PSMP Mojokerto Putra pada saat bersamaan. Adapun PSS dan Persita adalah dua wakil Pulau Jawa yang lolos berdasarkan Grup B delapan besar Liga dua 2018. Baik PSS juga Persita sukses meraih kemenangan pada laga terakhir penyisihan kelompok.

    PSS melibas Persiraja Banda Aceh dengan skor lima-0 pada laga di Stadion Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Rabu (23/11/2018). Sementara itu Persita secara mengejutkan mengalahkan tuan tempat tinggal Madura FC dengan skor dua-1 pada Stadion Ahmad Yani, Sumenep. Uniknya, empat tim tadi lolos dengan sama-sama mengoleksi 10 poin. Hanya, Semen Padang dan PSS unggul dalam head to head menggunakan pesaingnya tersebut. Semen Padang unggul selisih gol 3-dua atas Kalteng Putra pada perjumpaan ke 2 tim dalam babak delapan akbar Liga 2 2018.

    Sedangkan PSS unggul jumlah poin berdasarkan hasil pertemuannya dengan Persita dalam delapan besar Liga 2 2018. Sesuai regulasi, Semen Padang akan menantang Persita dan PSS melawan Kalteng Putra pada babak semifinal Liga dua 2018. Babak empat besar ini akan digelar dengan sistem kandang-tandang. Nantinya, 3 besar menurut para semifinalis Liga dua 2018 ini akan sebagai tim yg naik ke kasta tertinggi Liga Indonesia, Liga 1, pada musim 2019.

    Timnas Indonesia Mulai Berlatih untuk Piala AFF 2018

    No Comments Lain Lain

    Tim Nasional (Timnas) Indonesia akan memulai pemusatan latihan jelang Piala AFF 2018 pada Jumat (2/11/2018) di Cikarang. Skuad asuhan Bima Sakti itu sudah berkumpul sesuai batas waktu, yaitu Kamis 1 November di Hotel Grand Zuri, Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

    Bima Sakti memanggil 23 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan yang ditunaikan selama lima hari menjelang partai perdana Grup B Piala AFF 2018 kontra Singapura, 9 November mendatang. Mantan pelatih Borneo FC mencampurkan pemain muda dan senior di dalam skuad yang disiapkan untuk turnamen.

    “Hari ini (Kamis 1 November) berkumpulnya para pemain di hotel untuk pemusatan latihan terakhir sebelum saat kita berangkat ke Singapura. Para pemain singgah sejak pagi sampai petang,” ujar Bima Sakti, mengutip dari website formal Berita Sepakbola Hari ini, Jumat (2/11/2018).

    “Kami awali bersama makan malam bersama pemain dan ofisial tim. Besok pagi (Jumat) kita langsung menggeber latihan,” imbuh mantan kapten Timnas Indonesia itu. Stefano Lilipaly dan kawan-kawan akan lakukan pemusatan latihan di Cikarang sampai 5 November 2018. Tim sesudah itu akan bertolak ke Singapura pada 6 November. Pemusatan latihan ditunaikan bersama proses terbuka dan tertutup sehingga para pemain sanggup tetap fokus menghadapi Piala AFF 2018.

    Indonesia tergabung di Grup B bersama Thailand, Singapura, Filipina, dan Timor Leste. Dengan format baru, yaitu dua kali kandang dan tandang, Skuad Garuda memiliki tugas berat karena akan melawat ke Singapura dan Thailand pada 9 dan 17 November 2018.

    Satu Lagi Eks Bintang Sriwijaya FC Terjun Jadi Pelatih

    No Comments Lain Lain

    Satu kembali eks bintang Sriwijaya FC melanjutkan karier di dunia sepakbola sebagai pelatih. Dia adalah Mahyadi Panggabean yang dipercaya sebagai pelatih tim Suratin PS Palembang. Sebelumnya, sejumlah pemain yang pernah mengenakan seragam Laskar Wong Kito udah lebih pernah merintis karier di dunia kepelatihan. Sebut saja, Ferry Rotinsulu, Charis Yulianto, hingga Ponaryo Astaman.

    Mahyadi dapat merintis debutnya dengan PS Palembang dengan memulai tiga pertandingan Piala Suratin di Grup B zona Sumatera Selatan. Sejumlah pertandingan sendiri dapat terjadi di Stadion Bumi Sriwijaya, 24 hingga 27 November 2018. “Menjadi pelatih di tim Suratin PS Palembang ini merupakan kepercayaan dalam membina pemain umur muda,” kata Mahyadi, di Palembang, Jumat 23 November 2018.

    Sayangnya, mantan pemain Timnas Indonesia Piala Asia 2007 tersebut, cuma punya sementara satu bulan untuk memaksimalkan penggawanya untuk lolos berasal dari fase penyisihan grup.

    Awalnya, Mahyadi cukup ada problem untuk pilih komposisi pemain muda yang ideal. Apalagi, ketika ditunjuk sebagai nakhoda tim berjuluk Segentar Alam itu, dia udah disodorkan sejumlah pemain hasil berasal dari tim talent scouting.

    “Sangat sukar pilih komposisi pemain, sebab di sementara masa akhir persiapan ada masuk kembali sejumlah pemain. Materinya udah disajikan tim talent scouting, setelah itu seleksi berjalan,” ungkapnya ke jadwal pertandingan sepakbola minggu ini.

    Demi Juara Liga Champions, De Gea Mungkin Pindah Klub

    No Comments Lain Lain

    Mantan Pelatih Kiper Manchester United, Eric Steele, memprediksi David De Gea mampu meninggalkan Setan Merah di jaman depan demi memenuhi ambisi juara Liga Champions. Steele adalah pelatih De Gea pas singgah gabung United pada 2011. Steele benar-benar berjasa bagi perkembangan De Gea yang pas bergabung baru berusia 20 tahun. Keduanya bekerja serupa sepanjang dua musim. Menurut Steele, De Gea sebetulnya benar-benar mendambakan memiliki karier panjang di United. Namun, jika tersedia tawaran rubah ke tim besar kandidat juara Liga Champions, sang kiper bisa saja menerimanya.

    “Jika Anda bertanya kepada De Gea sekarang, ia seutuhnya berkomitmen untuk Manchester United. Dia memiliki hubungan yang fantastis bersama para pemain, pengagum tetapi dia mendambakan menjadi juara dan rela tidak rela dia bisa saja melihat jalannya saat ini dan berpikir ‘Akankah saya meraihnya di Manchester United ‘, tentu pas ini mereka masih di Liga Champions,” kata Steele pada prediksi liga champion malam hari ini.

    “Tapi dia melihat klub lain jadi besar dan kuat. Dan dia saat ini berusia 28 tahun, memasuki jaman puncaknya, agar mampu dipahami bahwa dia bisa saja sedang melacak klub lain. Tetapi hingga seseorang memberitahu saya dia bakal pergi, saya pikir dia bakal berkomitmen penuh.”

    “Mungkin De Gea selamanya di Liga Premier dan bisa saja dia melanjutkan kariernya di United, tetapi Anda bakal sadar mengapa jika dia mendambakan memenangkan Liga Champions. Satu hal yang tidak cukup adalah dia mendambakan memenangkan Liga Champions itu,” Steele menambahkan.

    Please, Stop Minta Oleh-oleh Temen Kamu yang Lagi Traveling! 7 Alasan Ini Semoga Menyadarkanmu

    No Comments Wisata

    Jadi, apakah kamu tipikal orang yang suka meminta oleh-oleh pada temanmu ketika mereka traveling? Think again yuk. Sekarang, coba kamu posisikan diri pada posisinya, ya posisi kawanmu yang pergi melancong itu.

    Nanti, pada akhirnya kita akan sampai pada kesimpulan bahwa kebiasaan burukmu meminta oleh-oleh itu patut diihilangkan. Hah? Kebiasaan buruk? Seenaknya aja ngatain orang! Sabar, disini kita bakal breakdown satu-satu mengenai apa yang salah dari seorang-yang-ngakunya-kawan-menitip-cindera-mata-pada-kawannya-yang-sedang-berpelesir. Kamu nitip oleh-oleh sambil ngasih duit aja masih salah lho, apalagi nggak ngasih duit alias cuma berharap si kawanmu itu menyisihkan waktu dan materi buat menuhin permintaanmu itu. Aduh Gusti!

    Nggak ada orang jahat yang ngaku jahat, pun nggak ada orang baik yang nyebut dirinya baik. Dan, nggak ada orang yang beneran temen meminta pengakuan pada si temen.

    kamu siapa berani amat nge-dikte aku??

    kamu siapa berani amat nge-dikte aku?? via cached.imagescaler.hbpl.co.uk

    Nggak ada yang lebih ngeselin dibanding ketika ada satu atau bahkan beberapa temanmu-yang-nggak-akrab-akrab-banget-tetiba-sok-akrab-pas-kamu-mau-berangkat-traveling-buat-minta-oleh-oleh-ini-itu. Kalian beneran nggak sungkan nih? Demi apa???

    Ya emang sih, kebiasaan ini tuh Indonesia banget. Jadilah tipikal orang Indonesia yang lekat dengan oleh-oleh memang susah dihilangkan. Bepergian tanpa membawa pulang oleh-oleh pun seakan sudah mendarah daging jadi kultur masyarakat kita. Makanya, yuk mari pelan-pelan kamu-kamu sekalian harus diubah pola pikirnya mengenai oleh-oleh tadi. Kalau kamu bisa memposisikan diri sebagai traveler juga, kamu pasti paham kenapa kamu dilarang meminta oleh-oleh pada mereka.

    Kamu sudah tahu di poin pertama ini apa yang salah? Kebiasaan mendiktemu itu yang salah. Kamu mau didikte? Bukan anak kecil lagi toh? Yaudah, sama. Kalau kamu memang teman dekatnya, kalau kamu memang sahabatnya, percayalah, mereka pasti memberimu “jatah” oleh-oleh tanpa kamu mendikte atau bahkan mengemis padanya? Pikirin lagi.

    Orang traveling itu pake duit, apalagi kalau ke luar negeri. Kamu tega bikin dia miskin gara-gara kamu titipin ini itu?

    kalau mahal gini mending buat aku sendiri aja ah

    kalau mahal gini mending buat aku sendiri aja ah via sg1.clozette.it

    Oleh-oleh dibeli bukan pakai daun kan? Pernah mikir gini nggak, temenmu itu kerja keras selama ini nabung buat biayain perjalanan impiannya itu. Selama bertahun-tahun. Mereka pun bakal menghemat budget seminimal mungkin untuk melakoni misi travelingnya itu. Bukan nggak mungkin kan kalau mereka nggak punya uang lebih untuk membeli oleh-oleh pesanan kamu?

    Biasanya sebelum traveling, para traveler itu sudah punya itinerary plus anggaran dana terkait apa-apa aja yang kudu dia bayar nantinya. Kenang-kenangan buat diri sendiri aja biasanya dia nggak mikir, selain pengalaman itu sendiri, lha kok disuruh mikirin oleh oleh buat kamu. Kamu kira murah hah? Apalagi kalau di kurs kan dengan dollar. Sudah mulai mikir?

    Selain duit pas-pasan buat hidup sementara di kota / negara orang, kalau kalian minta oleh-oleh dan ternyata over luggage siapa yang mau bayar?

    ini kaga cukup kampret

    ini kaga cukup ndul via studyinuk.universiablogs.net

    Begini nih, jangan pernah salahkan teman kamu ketika pada akhirnya mereka selalu diam-diam saat melakukan perjalanan. Kenapa? Cuma satu alasan, mereka malas ditagih oleh-oleh kanan kiri yang buat mereka ya nggak penting sama sekali. Kualitas pertemanan nggak bisa dinilai dari oleh-oleh yang dia bawa kan? Kalau kamu mikir gitu ya dangkal banget. Lalu, kalau nggak dibagi oleh-olehnya, dia dibilang pelitlah, itulah. Padahal daftar permintaan oleh-oleh mereka udah sepanjang jalan kenangan. Hiks!

    Nah, kalau yang ini terjadi pada kasus bepergian dengan pesawat terbang dimana setiap penumpang hanya mendapatkan free bagasi antara 20-30 kg (tergantung maskapai/kelas penumpang). Jadi? Sudah kepikiran merepotkannya bagian mana kan? Tentu saja ketika gara-gara oleh-oleh yang kamu pinta itu jadi menambah beban biaya tambahan yang harus dibayar temanmu. Mereka saja lho belain-belain buat bawa barang sedikit mungkin agar muat masuk ke kabin. Masa kamu tega mereka memesan bagasi hanya demi oleh-olehmu?

    Selain butuh duit, cari oleh-oleh itu butuh waktu. Yakali dia pengangguran dan bisa seenaknya ngabisin waktu di destinasi travelingnya itu

    lu kira waktu gue banyak ha?

    lu kira waktu gue banyak ha? via www.buybymom.com

    Temenmu masih kuliah? Atau malah sudah kerja? Sempet mikir kalau ternyata dia memiliki waktu yang terbatas demi mencari oleh-oleh yang seenaknya kamu minta? Cari oleh-oleh itu sama sekali nggak gampang lho, nggak ngasal, nggak sebentar. Waktu, itu sesuatu yang krusial dan jarang dimiliki apalagi oleh mereka yang tipe backpacker. Nitip oleh-oleh sama juga dengan menghabiskan waktu traveling mereka hanya untuk mencari pesanan kamu. Malas, kan?

    Mereka sudah pasti tahu harus meninggalkan destinasinya itu. Apalagi yang kerja, cutinya pasti terbatas. Dan dengan waktu singkat yang mereka miliki itu, mereka juga sudah miliki agenda tersendiri mau dibawa kemana aja sepasang kakinya. Menurut mereka, pengalaman mereka melihat dunia teramat jauh lebih berharga dibanding ngebuang waktu memilah oleh-oleh buat kamu.

    Kalau kamu BERHASIL dapetin oleh-oleh dari mereka, dirimu nggak bakal termotivasi buat pergi ke kota/negara yang sudah dijujug temanmu tadi. Yang rugi siapa?

    masih minat pergi kesana?

    masih minat pergi kesana? via blogs.als.net

    Awalnya bisa jadi kamu pengen ikut temenmu pergi ke Makassar, pengen nyobain coto Makassar dan sop konro langsung di tempatnya. Tapi, berhubung ada masalah keuangan atau kendala waktu yang bener-bener nggak bisa luang, kamu pun harus rela ditinggal kawanmu untuk duluan traveling kesana. Karena kamunya pengen banget, kamu pun nitip oleh-oleh ke kawanmu tadi. Minyak tawon, sirup markisa, kopi Toraja semuanya kamu request.

    Karena kebetulan temenmu itu tadi berduit dan sayang sama kamu (ciyeee sayang -.-), dia pun berbaik hati membawakan “pesananmu” yang banyak banget itu. Alhasil apa? Karena kamu sudah kenyang dengan segala cerita pengalamannya, ditambah sudah banyak tahu tentang oleh-olehnya, kamu nggak bakal punya keinginan untuk mengunjungi tempat tersebut lagi. Motivasi kamu langsung hilang seketika untuk mengikuti jejak temanmu yang sudah kesana. Kamu sudah cukup puas dibawakan kopi Toraja, dan lain-lainnya tadi. Kamu bahkan nggak ingat nabung untuk bisa pergi kesana. Kasian ya, kamu!

    Esensi dari traveling sejatinya apa sih? Bukan sekadar belanja wahai anak manusia~~~

    banyak yang lebih penting dari sekadar foto dan belanja

    banyak yang lebih penting dari sekadar foto dan belanja via i.huffpost.com

    Traveling itu nggak hanya sekadar foto-foto dan belanja di tempat wisata,bukan pula hanya ke luar negeri atau ke kota besar yang banyak mallnya. Karena yang namanya traveling, jauh lebih dari itu. Buat mereka, para traveler itu, yang seringkali lebih penting ialah perjalanan itu sendiri, bukan destinasi tujuan mereka. Sebab, buat mereka proses jauh lebih penting daripada hasil. Pengalaman dan suka-duka dalam perjalanan itu jauh lebih bermakna dibanding oleh-oleh itu sendiri.

    Mereka yang sering traveling, juga sering dituduh sebagai seorang yang tajir, yang kerjanya jalan-jalan melulu. Padahal, bisa jadi traveling memang tujuan hidup mereka, prioritas mereka. Mereka rela ngirit buat makan dan nggak pernah belanja baju, tas dan lain-lainnya demi nabung buat traveling. Dan saat traveling, tujuan mereka pun tak hanya untuk bersenang-senang. Itu yang harus kamu garis bawahi. Ada yang bepergian karena memang harus. Sejenak meninggalkan rutinitas dan butuh pembaharuan. Ingin menenangkan pikiran sejenak dari rutinitas mereka yang menjenuhkan. Oleh-oleh hanya sekedar bonus dari kegiatan travelling. Bahkan ada juga kan yang harus bepergian demi urusan bisnis atau urusan keluarga? Nggak lucu kan kamu minta oleh-oleh pada temanmu sementara dia berkabung karena neneknya yang di kota lain tiada? *sigh*

    Terakhir, pahamilah jika sejatinya mereka pun memiliki kebutuhan.

    mereka punya what to do list juga

    mereka punya what to do list juga via qph.is.quoracdn.net

    Tiap orang itu punya kebutuhan, yang nggak selalu diketahui seseorang yang lainnya. Pun begitu dengan kawanmu, mereka butuh untuk membelanjakan uangnya. Terutama kebutuhan yang penting-penting. Setelah itu memikirkan orang terdekat, seperti keluarga misalnya. Baru memikirkan orang lain. Skala prioritas tahu kan? Nah, kalau oleh-olehnya nggak cukup gimana? Kamu kecewa pastinya. Itu sebabnya nggak usah berharap oleh-oleh dari temanmu, ya. Bikin penyakit hatimu nambah entar, yang dosa kamu. Jangan…

    Lagipula nih ya, selain pengalaman, keselamatan yang mereka peroleh juga jauh lebih berharga dibanding oleh-oleh yang dibawa. Setuju kan? Adakah sesuatu yang lebih membahagiakan dibanding melihat temanmu pulang dengan selamat usai traveling? Kalau kamu nggak setuju, kamu yang kudunya mikir kamu ini teman macam apa -_-

    Hal-hal yang seru seperti itinerary, rute dan berbagai tempat tujuan tentu akan menambah wawasanmu soal satu daerah. Dan jadi bekal berharga kala kamu memutuskan mengikuti jejak mereka untuk menjelajah daerah itu. Pengalaman mereka akan menjadi sesuatu yang berharga dan abadi karena bermanfaat bagi orang lain. Oleh-oleh bisa hilang dan rusak, pengalaman tidak.

    Jadi, masih mau ngerepotin temenmu yang lagi traveling?