Pinjaman Ditolak? Yuk Perbaiki Skor Kredit Anda

Pernahkah Anda menolak pengajuan pinjaman karena memiliki riwayat kredit yang buruk? Atau apakah Anda ditolak karena Anda tidak pernah memiliki riwayat kredit? Jika ini terjadi, coba periksa skor kredit Anda. Faktanya, kredit historis adalah salah satu alasan utama mengapa sebagian besar peminjam potensial tidak dapat mengumpulkan dana untuk pinjaman semacam itu. Karena kredit historis biasanya mencerminkan skor kredit Anda.

Semakin tinggi skor kredit Anda, semakin cepat bank menerima aplikasi Anda. Nilai kredit sendiri merupakan “rapor” yang digunakan oleh bank atau lembaga keuangan untuk menentukan kelayakan pengajuan pinjaman. Dalam rapor ini, peminjam dapat melacak riwayat pinjaman Anda, siklus pembayaran Anda, berapa kali Anda menunggak dan berapa banyak kredit yang Anda miliki. Data ini juga terkait dengan Bank Indonesia yang dikenal melalui Cek BI yang disajikan dalam Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia.

Namun mulai 1 Januari tahun ini, layanan ini mulai mengalihkan pengelolaannya ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Jika ternyata Anda macet karena pengajuan pinjaman Anda ditolak atau diterima tetapi Anda mendapatkan tingkat bunga yang jauh lebih tinggi, coba periksa skor kredit Anda. Untuk mengeceknya bisa ke SLIK OJK atau Cek BI. Berikut adalah beberapa langkah untuk meningkatkan skor kredit Anda dan mendapatkan pinjaman setelah dikurangi.

Anda bisa melakukannya melalui website Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan, atau datang langsung ke kantornya. Nah, jika ternyata kinerja kredit Anda kurang bagus bahkan masuk daftar hitam, Anda perlu melakukan pembayaran terlebih dahulu. Lalu, untuk memperlancar prosesnya, Anda bisa melaporkan bukti pembayaran utang ke kantor BI terdekat. Meski begitu, hindari sistem blacklist BI Checking dari awal, karena masih butuh waktu 24 bulan untuk “memutihkan” catatan tunggakan, lho.

Usahakan untuk selalu membayar tagihan tepat waktu. Ini juga akan membentuk data kredit yang baik. Selain kinerja kredit yang buruk, ada juga calon debitur yang pinjamannya ditolak karena tidak memiliki riwayat kredit. Untuk mencegah hal ini terjadi, mintalah kartu kredit dari bank. Jadi gunakan “kartu ajaib” dengan bijak untuk mendapatkan reputasi kredit yang baik. Bayar tagihan yang datang setiap bulan, jangan sampai telat.

Idealnya, besaran angsuran maksimal bagi debitur adalah 30% dari penghasilan bulanan. Jika jumlah angsuran melebihi 30%, nilai kredit akan disusutkan. Maklum, dengan rasio lebih dari 40%, bank akan menganggap Anda nasabah yang berisiko. Fokus untuk melunasi hutang yang Anda miliki sebelum meminjam hutang baru. Saat aplikasi ditolak, jangan langsung mengirimkannya kembali ke bank yang sama. Biarkan beberapa bulan untuk meningkatkan nilai kredit Anda dan melunasi hutang sebelumnya.